Thursday, September 3, 2009

Freelance Designer vs Design Agency


Tulisan ini dibuat bukan untuk menjustifikasi salah satu pihak. Tulisan ini dibuat berdasarkan pengalaman yang saya dapat saya selama masih berkecimpung sebagai seorang desainer “kantoran” maupun sebagai freelance designer (saat ini). Berikut adalah pemaparan tentang kelebihan & kekurangan antara freelance designer (FD) dengan agensi (studio – bersifat komunal) desain (DA).

Advantages/Kelebihan FD
a. Biasanya seorang FD memiliki project yang minimal, sehingga pekerjaan yang dipercayakan pada mereka akan dengan cepat dan intens tergarap
b. Seorang FD desainer biasanya memiliki kemampuan yang spesifik & khas.
c. Biasanya memiliki tarif yang tidak setinggi agensi desain. Beberapa alasannya adalah biasanya karena mereka tidak membutuhkan biaya yang tinggi saat membuat desain seperti sewa tempat, bayar gaji, pajak dsb.
d. Hubungan dengan klien selalu berjalan lebih intim/personal karena biasanya tidak ada lapis dalam hirarki kerja.

Disadvantages/Kekurangan FD
a. Karena FD merupakan individu, mereka biasanya tidak memiliki kemungkinan “problem solve” desain sebanyak agensi desain.
b. Kredibilitas & integritas terhadap project dan klien selalu menjadi issue mengkhawatirkan dari mereka.
c. Kurang adanya quality control intern terhadap diri mereka

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Advantages/Kelebihan DA
a. DA biasanya lebih kredibel & profesional terhadapa klien & project yang mereka hadapi. Sehingga dapat lebih dipercaya & bertanggung jawab.
b. Memiliki kemungkinan “problem solve” desain yang banyak. Hal ini dikarenakan mereka terdiri dari beberapa individu kreatif didalamnya.
c. Biasanya memiliki layanan yang lebih luas dibanding FD.

Disadvantages/Kekurangan DA
a. Harga yang DA tetapkan biasanya lebih tinggi dibanding FD. Ini dipengaruhi oleh biaya produksi yang lebih tinggi yang mereka keluarkan saat memproduksi desain.
b. Karena biasanya memiliki pekerjaan yang banyak, biasanya membutuhkan waktu yang lebih lama saat mendesain.
c. Hubungan antara DA dengan klien tidak se-intim & sepersonal antara FD dengan klien. Ini biasanya karena utk berhubungan dengan orang2 di dalam DA, klien harus melewati beberapa lapis seperti resepsionis, sekretaris dsb.

Semoga pemaparan diatas dapat menjadi rujukan ketika anda akan menentukan pihak yang akan diajak bekerjasama dalam pemenuhan kebutuhan desain anda.

Ilustrasi : AMW

Saturday, August 29, 2009

The Art of the Title Sequence

Bagi anda yang menggemari film, animasi dan tipografi, situs yang satu ini wajib dikunjungi. Ya, The Art of Film merupakan sebuah situs yang menyediakan dan menghadirkan informasi mengenai desain title film (opening/bumper, thrailler, credit title, dan sejenisnya).

Ada beberapa title sequence design dari beberapa judul tenar yang dihadirkan disana seperti Hulk, 300, Batman, Fight Club, The Incredible, Kungfu Panda dsb lengkap dengan list orang-orang yang terlibat didalam pembuatannya, behind the story, dan juga interview. Dari situ kita akan tahu bagaimana sebuah title sequence design digarap secara serius untuk mendukung kualitas dan pencitraan film tsb.


Ok, selamat berseluncur! Semoga menginspirasi...

* Image dipinjam dari situsnya.

Thursday, August 27, 2009

Efisiensikan Jumlah Font Anda (Part . 1 - on Design)

Pada beberapa tugas mata kuliah tipografi, ketika para mahasiswa bereksplorasi membuat sebuah media (seperti bulletin, booklet) seringkali saya menjumpai banyaknya font yang digunakan didalamnya. Yang pada sesi approval juga penilaian, saya seperti disodorkan analogi font oleh mereka. Bagaimana tidak, dalam media-media tsb semua elemen lay-out ingin “berbicara” dengan bahasanya masing-masing. Headline dengan bahasa sans serif Helvetica-nya, Subhead dengan italic Futura-nya, Bodycopy dengan Book Antiqua-nya, blm lagi Drop Cap, Header-Footer ,Quote dsb. Media tsb akhirnya menjadi semacam pasar karena elemen lay-out terlalu ramai oleh pesan yang dibawa oleh tipografinya. Tidak fokus dan ini riskan terhadap tersampaikannya pesan yang dibawa.

Bila kita seringkali menggunakan banyak fonts pada satu desain yang kita buat, sedari sekarang mulailah menggunakan seminimal & efektif jumlah font-nya. Gunakan maksimal setidaknya 3 jenis font- typeface pada satu desain kita. Selain meminimalisir masalah teknis pada file desain kita (embed font) , dengan cara itu kita telah mengupayakan agar desain kita juga menjadi lebih legible, readeble dan tentu saja komunikatif. Seperti slogan tenar yang sering didengungkan di kalangan desainer grafis : KISS “Keep It Simple Stupid”.

Efisiensikan Jumlah Font Anda (Part . 2 - on Computer)


Pernahkah anda perhitungkan berapa banyak waktu & tenaga yang terporsir untuk memilih font pada komputer saat kita membuat sebuah desain? Aktifitas ini nyaris selalu membutuhkan porsi waktu dan tenaga yang banyak. Hal ini sering disebabkan oleh minimnya pengetahuan dan arahan yang kita punya saat memilih beberapa alterntif font dari banyaknya jumlah font yang kita punya.

Saran pertama saya adalah, cobalah belajar memahami lagi beberapa karakter (& hafal juga beberapa nama) font (light-regular-bold, condensed-extended dsb). Sehingga saat satu waktu kita menggarap sebuah desain & telah mengerti kebutuhan karakter font-nya, dengan cepat kita akan mendapatkan font-nya! Yang kedua adalah cek lagi jumlah font yang kita simpan pada drive komputer kita (rata-rata desainer yang saya kenal memiliki jumlah lebih dari 1000 font pada komputer mereka).

Ada banyak sekali font yang pada dasarnya memiliki bentuk dan spesifikasi yang sama dengan nama yang berbeda. Ini biasanya terjadi bila font tsb lisensinya dimiliki oleh beberapa perusahaaan. Garamond misalnya, font ini memiliki beberapa versi nama seperti ITC Garamond, Adobe Garamond, Garamond Normal dsb. Beberapa jenis fonts tenar pun kalau mau kita perhatikan memiliki bentuk & proporsi yang nyaris sama, misal Humanst521 dengan Gill Sans, Arial & Helvetica dsb. Plis, rampingkan saja jumlahnya. Kita bisa mulai dengan mengidentifikasi karakternya. Setelah itu catat fonts2 yang memiliki bentuk/spesifikasi sama dan hapus salah satunya!

Aktifitas ini pada dasarnya memang membutuhkan waktu yang cukup lama. Beberapa waktu lalu pun saya menghabiskan lebih dari 4 jam untuk menghapus lebih dari 300 font similiar yang ada pada komputer saya. Tapi sekali lagi itu jauh lebih baik daripada setiap kali mengerjakan desain, stamina & waktu kita dikuras oleh aktifitas memilih banyaknya fonts. Software2 seperti Bitstream Font Navigator, Font View, Font Lister dsb bisa membantu mengerjakan aktifitas ini. Lebih jauh, kalo kita tidak terbiasa me-manage apa yang kita punya sebagai perangkat kreatif yang efektif kita hanya akan memubazirkan semuanya. Selamat Mencoba!

* Image dipinjam dari sini

Sunday, August 23, 2009

Daftar Situs : Free Image

Untuk temen2 baik desainer, seniman, fotografer, web designer dsb yang membutuhkan image (yang gratis tentunya, heu..) dengan kualitas baik/hi-res untuk keperluan artwork-nya, disini saya jabarkan situs-situs penyedia diantaranya (Tersedia 25 link).

Flickr | DevianART | Free Foto | FreeStockPhotography | EveryStockPhoto | Stock.Xchng | Morgue File | FreeRange | FotoCommunity | StockVault | Cepolina | FreeStockImage | FreeDigitalPhoto | FreePhotosBank | BigFoto | FreeImage | FreeLargePhotos | ShutterStock | OpenPhoto | ImageBase | Kavewall | TurboPhoto | ImageAfter | Visipix | EveryStockPhoto


Yang harus diperhatikan adalah mengenai lisensi dari image2 tsb. Beberapa diantaranya memang "benar2" gratis, ada pula yang harus mencantumkan syarat tertentu pada penggunaannya dan juga syarat lainnya. Ada pula yang mewajibkan kita untuk memiliki account terlebih dahulu sebelum mendownload, ada pula yang tidak.

Ditunggu juga sumbangsih dari temen2 yang lain yang mungkin memiliki list lain selain yang tersebut di posting in. Semoga berguna.. :D

Wednesday, August 19, 2009

Parade Kaver Buku Tanpa Title

Beberapa waktu yang lalu saya sempet mengumpulkan beberapa desain cover buku yang unik. Di antaranya ada yang didesain tanpa title (judul, teks) di bagian covernya. Sungguh menarik , unik dan yang pasti berani! Berikut deretan desainnya :

Left>Right --Top> Bottom :

Sci fi books from Gollancz, Revelation Space, Tibor Kalman Perserve Optimist, How to Speak at Special Events, Frankenstein : a Cultural History, In Search of Bill Clinton : a Psychological Biography, Che's Afterlife, The Little Girl and The Cigarette, The Black Swan, One Red Paperclip, Abrahams Lincoln : Great American Historians on Our Sixteenth President, Let's Play the "No Title on The Cover" Game

* Sebagian image, dipinjam dari sini

Friday, August 14, 2009

Wedding Card : Hendro - Dewi


Seorang teman yang juga desainer (Hendro W) mengajak saya untuk menggarap desain kartu undangan pernikahannya. Wah, tetu saya sangat responsive sekali. Hitung2 latihan kalo someday saya mo buat undangan nikahan saya..hehe. Setelah beberapa kali melakukan diskusi kecil beserta jelajah referensi visual yang membuat kami “kehujanan ide”, akhirnya kami menentukan satu arahan desain yang dirasa paling representative. Satu arahan yang kami beri title SIR/ROS = Simple is Romantique/Romantique is Simple. Hehe.. (Lagi2, konsep dijadikan sebagai sebuah kamuflase/tameng agar sesuatu yang kita buat jadi benar & elegan. Shit!!)

Arahan desainnya sendiri merupakan penggabungan dari gaya visual Victorian dan komik2 ala Frank Miller (creator film/komik “Sin City”). Hehe..Sedangkan saya mengusulkan agar ada semacam ID (logo) yang dibuat agar kesan Victorian-nya jadi semakin kuat. Walhasil sketsa logonya pun mengarah ke gaya Heraldik gitu. Ini adalah sebagian kecil sketsa manual-nya..


Book Cover : Ibunda Hajar


Klien : Penerbit Zaman (Jkt)
 

blogger templates | Customized Design by : AM. Wantoro